Kisah Inspiratif Kerikil Kecil – Potret Seorang Hamba yang Menghiraukan Panggilan Allah

Husnahisaba.com – Suatu hari ada dua orang pegawai konstruksi bangunan yang bekerja di sebuah proyek bangunan gedung yang cukup tinggi, seorang pekerja ditugaskan bekerja di lantai yang bawah, sedangkan yang satunya lagi ditugaskan bekerja di lantai atas.

Di sela-sela pekerjaan mereka, seorang pekerja di lantai atas ingin meminta bantuan pekerja yang ada di bawah, dia berteriak memanggil-manggil dengan suara yang cukup keras, namun karena mesin konstruksi yang bergemuruh keras, membuat pekerja yang di bawah tidak mendengar panggilan pekerja yang meminta bantuan kepadanya di atas.

Dia memanggilnya sekali lagi dengan suara yang cukup keras, namun tetap saja gagal, kemudian dia merogoh saku bajunya dan mengambil sekeping koin dan melemparkan koin ke bawah untuk mendapatkan perhatian temannya di bawah.

Tapi pria yang berada di bawah hanya mengambil koinnya tanpa menghiraukan datang dari mana dan milik siapa koin itu, lantas ia bekerja kembali tanpa menengok ke atas, lalu dia mencoba melemparkan beberapa koin lagi untuk mendapatkan perhatian temannya itu, tapi tetap saja pria yang berada di bawah hanya mengambil koinnya lalu bekerja kembali.

Dengan kesal ia mencoba sekali lagi.

Namun kali ini bukan koin yang dijatuhkan melainkan kerikil kecil yang kemudian mengenai kepala pria yang berada di bawah itu, dan ternyata cara itu berhasil. Pria yang berada di bawah itu pun kesakitan, sambil mengusap-usap kepalanya dan merintih kesakitan, lantas pria itu menengok ke atas sambil mengumpat.

Dari penggalan cerita diatas, kita dapat mengtahui potret kehidupan manusia dengan Rabbnya, sering kali Allah memanggil-manggil kita untuk bersujud dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan panggial suara adzan yang merdu bahkan lebih merdu dibandingkan teriakan yang memanggil-manggil seperti cerita di atas.

Namun seperti suara mesin konstruksi, suara duniawi membuat kita tidak dapat mendengar panggilan-Nya, ketika koin-koin itu dijatuhkan, kita tetap sibuk dengan urusan duniawi tanpa sedikit pun menjawab panggilan-Nya, bahkan diantara kita banyak yang tidak mensyukuri atas koin (kenikmatan, rezeki, dan kebahagiaan) yang diberikan, haruskah kerikil kecil yang dijatuhkan agar kita semua menjawab panggilan-Nya?

Musibah-musibah yang kita alami, semua itu hanyalah kerikil-kerikil kecil yang Allah jatuhkan untuk kita agar kita sadar dan dapat menjawab panggilan-Nya, dan saat kita bertanya kapan kerikil-kerikil berhenti berjatuhan? Jawabannya adalah mari kita tengok sejenak ke dalam hati kita, sudahkah kita menjawab panggilan-Nya?

Husna Hisaba

Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Tinggalkan Balasan

*