typewriter-801921

Bagaimana Cara Menulis yang Efektif hingga Menghasilkan Tulisan yang Berkualitas?

Husnahisaba.com – Menulis bagi sebagian orang mungkin sudah menjadi hal yang biasa dan sangat mudah untuk dilakukan, bahkan bisa menghasilkan tulisan yang bagus, berkualitas, dan menarik setiap kali menulis dengan mudahnya. Tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses penulisan, karena seolah-olah otaknya telah dipenuhi dengan tulisan-tulisan yang siap untuk dituangkan, mengalir dengan sendirinya, tanpa hambatan. Benar-benar sangat efektif dalam menulis.

Loh, kok bisa seperti itu, ya? Bagaimana caranya? Apakah aku bisa seperti itu?

Tenang dulu… Jangan terburu-buru, rileks, santai, enjoy, kalau perlu sediakan kopi, dan nikmati tulisan ini sampai tuntas. Sadar atau tidak sadar, teman-teman akan menemukan jawabannya secara perlahan.

Tahukah, Sobat? Bahwa dibalik itu semua, mereka yang mampu membuat sebuah tulisan yang bermutu dengan mudah itu sebenarnya telah melakukan berbagai macam pembelajaran. Mereka selalu berlatih dan berlatih, menjadikan menulis sebagai kebiasaan, dan pastinya selalu mengembangkan ilmu kepenulisannya. Percayalah bahwa segala sesuatu itu butuh proses, tidak ada yang instan, bahkan mie instan sekalipun dalam penyajiannya memerlukan sebuah proses. Benar begitu, Sobat?

Namun, saya nggak bisa menyulap sobat pembaca untuk langsung mahir menulis seperti para penulis hebat lainnya yang kita kenal, kecuali kalau sobat memang sudah punya basic menulis, sudah terbiasa menulis, atau bahkan sudah menjadi penulis hebat sebelum membaca tulisan ini. Itu sudah lain cerita, yah. Tapi percayalah, tulisan ini akan sangat membantu dalam melakukan aktivitas menulis.

Pada tulisan ini, saya akan berbagi kepada sobat pembaca yang budiman, tentang bagaimana cara menulis yang efektif hingga kita bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas. Silakan sobat simak uraian berikut ini!

1. Lakukan Perisapan Sebelum Menulis

Dalam tahap ini, kita mempersiapkan segala-galanya yang kita butuhkan untuk kepentingan menulis dan kepentingan tulisan kita juga. mempersiapkan apa yang akan kita tulis, tema, judul, kerangka tulisan, bahasan-bahasan apa saja, media untuk menulis, dan bumbu-bumbu lainnya. Selain itu, hal yang perlu kita lakukan pada tahap ini adalah melakukan pengelompokkan.

Sebelum ke tahap selanjutnya, kita lakukan pengelompokkan terlebih dahulu, poin-poin penting yang menjadi landasan tulisan kita. Gunakan teknik menulis cepat (free writing) agar semuanya berjalan maksimal, singkirkan terlebih dahulu aturan menulis, pada tahap ini kita hanya membangun suatu pondasi untuk topik berdasarkan pada pengetahuan, gagasan, dan pengalaman.Yang penting kita tulis terlebih dauhulu kerangka tulisannya, poin-poin pentingnya, tulis yang ada dikepala kita mengenai apa yang akan kita tulis, dan hal-hal lainnya yang mendukung untuk proses selanjutnya.

2. Menulis Draft Kasar

Draft kasar merupakan konsep atau rancangan dari tulisan kita. Setelah kita melakukan pengelompokkan pada tahap sebelumnya, selanjutnya adalah membuat draft kasar, pada tahap ini yang kita lakukan adalah mengeksplorasi, menelusuri, dan mengembangkan gagasan-gagasan yang ada. Usahakan dalam menulis dratf kasar ini kita mulai menulisnya dengan baik, benar, dan rapih.

Hal ini untuk mempermudah tahapan berikutnya. Tapi harus diingat, untuk saat ini kita harus tetap mengutamakan isi daripada tata bahasa, tanda baca, ejaan, atau teori-teori kepenulisan baku yang lain.

3. Berbagi atau Meminta Orang Lain Menilai Tulisan Kita

Tahapan ini merupakan tahapan penting yang seringkali terabaikan. Terkadang kita terlalu asik dengan tulisan kita sendiri sampai lupa tulisan kita dibuat untuk pembaca, sehingga menimbulkan kesan tulisan yang subjektif, kita lupa akan nilai tulisan yang objektif. Sebaiknya agar tulisan kita bisa diterima oleh orang lain nantinya, maka jangan lupa untuk meminta orang lain menilai dan memberikan masukan untuk tulisan kita, hal ini bisa memberikan poin lebih pada kualitas tulisan dan mempermudah kita membuat tulisan dari berbagai sudut pandang sehingga terciptalah tulisan yang objektif.

Sebagai penulis, dalam hal ini tidak ada salah dan benar, jangan merasa benar dan menyalahkan orang yang menilai atau memberi masukan tulisan kita. Buang jauh-jauh ego yang ada di dalam diri, terima dengan baik semua masukan, kritik, saran dan penilaian dari orang yang diminta untuk menilai tulisan kita. Setelah itu cobalah bertanya kepada penilai, minta kejelasan dari masukan yang telah diberikan.

Jangan lupa memberitahu pembaca yang menilai tulisan atau draft kasar kita, untuk membaca isinya saja, abaikan tata bahasa dan aturan kepenulisannya. Karena yang dinilai oleh mereka masih berupa draft kasar. Katakan pula pada penilai, pencapaian atau tujuan dari tulisan kita, dan tanyakan apakah tulisan tersebut sudah mencapai tujuannya ataukah belum.

4. Memperbaiki Tulisan atau Revisi Tulisan

Setelah meminta orang lain menilai tulisan kita, sekarang kembali lagi kepada kita selaku penulis, memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Disini kita berhak membuat keputusan untuk tulisan kita sendiri, kita memiliki kebebasan untuk mengambil masukan dari penilai atau mengabaikannya.

Tetapi sebisa mungkin kita memanfaatkan masukan dan penilaian orang lain, karena tujuan kita menulis karena memang tulisan kita untuk dibaca dan diambil manfaatnya oleh orang lain. Setelah memperbaiki tulisan, jika memiliki banyak waktu untuk project tulisan kita, maka tidak ada salahnya untuk meminta penilaian atau masukan kembali.

5. Melakukan Penyuntingan atau Editing

Di sinilah saatnya kita sebagai penulis memperhatikan tata bahasa, tanda baca, ejaan, kesalahan tulisan, perbaikan kata kerja yang tepat, kalimat-kalimat yang tepat, dan sesuaikan aturan kepenulisan dengan tulisan yang sudah kita buat.

Mungkin bagi yang belum terbiasa, tahap ini akan memakan waktu yang cukup lama, karena perlu kehati-hatian dan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Semakin kompleks tulisan yang dibuat, maka semakin banyak yang harus diperhatikan dengan teliti dan dirapihkan.

Setelah disunting dengan baik dan benar, maka selanjutnya adalah menuliskan ulang secara kesuluruhan hasil penyuntingan kita. Naskah tulisan pun telah jadi.

6. Evaluasi

Yang terakhir adalah melakukan evaluasi, pengoreksian, memeriksa kembali naskah tulisan kita dan memastikan bahwa kita telah menyelesaikan apa yang direncanakan sejak awal. Terkadang para penulis profesional memperbaiki beberapa kali sebelum merasa mantap dengan apa yang telah dikerjakan.

Yaps… Itulah tadi proses penulisan efektif untuk menghasilkan tulisan yang bagus dan berkualitas, semoga bisa dipraktikkan dengan baik oleh sobat pembaca. Kalau hanya teori, teori, dan teori tanpa dipraktikkan, tanpa di realisasikan, itu percuma saja. Jadi saran saya mulailah menulis sekarang juga!!!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *