Percaya atau tidak, setiap manusia memiliki ‘kepribadian lain’ yang berbeda dari kepribadian asli dalam hidupnya. Kepribadian ini sangat malu-malu, sukanya bersembunyi, dan nyaman berdiam diri di dalam pikiran kita. Namun, jika ‘kepribadian lain’ ini berhasil dikendalikan, difungsikan, dan digunakan dengan baik pada sebuah momentum yang tepat, jangan terkejut jika setiap manusia dapat bertransformasi menjadi super hero yang bisa melakukan dan mencapai apa pun yang ia inginkan.

Sayangnya membangunkan ‘kepribadian lain’ dari masa tidur panjangnya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan banyak orang yang sampai habis masa hidupnya pun tidak pernah bertemu ‘kepribadian lain’ yang unik dan penuh kekuatan ini dalam hidupnya. Sayang sekali.

Saya tidak mengatakan bahwa saya telah berhasil membangunkannya, sama sekali tidak –atau mungkin belum. Lebih tepatnya saya melihat fenomena ini terdapat pada orang-orang yang saya kenal dan orang-orang yang saya tahu perjalanan hidupnya. Semuanya sungguh sangat berkilauan di mata saya, bagai berlian merah delima yang terpancar oleh cahaya matahari.

Melihatnya saja sudah cukup membuat irama jantung saya berdegup kencang,  apalagi kalau sampai memiliki kekuatan pahlawan super seperti itu. Entahlah, saya tidak bisa membayangkannya.

Tapi yang pasti hal itu sangat membuat saya terkesan dan secara sadar ataupun tidak sadar memicu api semangat dalam diri saya menjadi semakin berkobar, semakin menyala-nyala, dan semakin panas tentunya (maksud Anda kompor? Atau apa?).

Ternyata, dari beberapa peristiwa atau pengalaman orang yang saya amati dan saya cerna pengalaman hidupnya, rata-rata ia mendapatkan momentum menghebatkan itu saat ia benar-benar berada di titik terendah dalam hidupnya. Yang mana pada titik itu ia akan dihadapkan pada sebuah pilihan berat, mengapa berat? Karena keputusannya akan sangat menentukan bagaimana kelanjutan atau keberlangsungan hidup seseorang.

Pilihannya adalah Jatuh dan pecah atau tetap berdiri gagah dan memecahkan rekor.

Dan saat seseorang memilih untuk tetap berdiri di tengah payahnya kehidupan yang tidak berpihak dengannya, saat itulah ‘kepribadian lain’ dalam hidup akan turut membantu seseorang bergerak maju dan merangkak naik, sedikit demi sedikit, tidak langsung banyak.

Saat seseorang berhasil menaklukkan berbagai kesulitan dalam hidup, berhasil untuk tetap berdiri tegak ketika bertubi-tubi masalah datang kepadanya, dan memilih untuk tidak menyerah ketika kegagalan demi kegagalan menghampirinya, percayalah, pada saat itu juga sebuah titik balik dalam hidup berupa kemenangan akan muncul ke permukaan.

Sialnya roda kehidupan tidak pernah berhenti berputar, saat seseorang hari ini berada di atas, bisa saja esok harinya tersungkur jatuh ke bawah. Begitupun sebaliknya, saat seseorang hari ini berada di bawah, bisa saja esok harinya ia meroket naik ke atas.

Yang perlu saya dan kamu lakukan sebenarnya sederhana saja, jangan pernah berhenti bergerak di mana pun posisimu dan bagaimana pun kondisimu saat ini. Titik balik dalam kehidupan tidak hanya datang sekali, melainkan berkali-kali, kegigihan sangat diperlukan saat menghadapi kegagalan dan situasi sulit dalam hidup.

Semua hambatan, semua kegagalan, dan semua kepiluan membawa benih keuntungan yang setara atau bahkan lebih besar.

Napoleon Hill

Saya meyakini bahwa sebuah pencapaian luar biasa dalam hidup tidak bisa diraih tanpa sebuah pengorbanan yang luar biasa pula.

Sekarang saya akan mencoba menghubungkannya dengan konteks yang lebih sederhana dalam kehidupan keseharian.

Sebagai seorang mahasiswa, terus terang saja menghadapi bertubi-tubi tugas yang muncul layaknya peluru machine gun yang dimuntahkan secara membabi buta bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Sebaliknya… sangat melelahkan dan menyebalkan.

Bayangkan saja… tidur menjadi tidak tenang, makan menjadi tidak teratur, tidak ada waktu untuk bersantai atau berleha-leha, lebih parah lagi… apa pun yang kita lihat atau hendak kita sentuh mendadak berubah menjelma menjadi tumpukan tugas yang seolah memperingati saya untuk segera mengerjakannya. Gelisah hati saya.

Tapi di sisi lain, saya lihat di luar sana, ternyata saya memiliki seorang teman yang beban hidupnya lebih berat dari saya, tanggung jawabnya lebih besar dari saya, kondisi serta keadaannya lebih memprihatinkan dari saya, dan waktu luangnya lebih sedikit dari saya karena ia harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja menyambung hidup, namun ia tetap bersemangat dan sangat antusias menjalani kesehariannya yang berat itu.

Melihat kenyataan itu rasanya saya seperti dihantam palu gada raksasa, sesak dada, gemetar kaki dan tangan, dan hati saya macam tertikam seribu belati. Tidak tahu harus di taruh di mana muka saya, memalukan sekali rasanya kalau harus mengeluh, menyerah, dan selalu protes terhadap keadaan, padahal di luar sana banyak orang yang kondisinya jauh lebih sulit dari saya tapi tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyerah, dan tidak pernah protes.

Justru sebaliknya, mereka akan terus bergerak maju, memelihara api semangat di dalam jiwa mereka setiap harinya, dan senantiasa menjaga senyum bahagia sebagai bentuk rasa syukur atas hidup. Selama hayat masih di kandung badan, tidak ada alasan untuk menyerah dan putus asa. Merekalah para pahlawan kehidupan.

Sebuah pelajaran berharga bagi saya yang sarat akan makna, bahwa dalam kehidupan dunia yang tidak sempurna ini, sebuah usaha dan pengorbanan layak untuk diperjuangkan.

Saya sangat berterima kasih karena saya banyak belajar dan menimba pengalaman berharga dari mereka. Mereka adalah orang-orang hebat dan orang-orang kuat yang sangat berdedikasi terhadap kehidupan yang merupakan sebuah anugerah Tuhan. Dan dari sana saya memahami sebuah kalimat penting bahwa apa yang tidak dapat membunuhmu akan menjadikanmu lebih kuat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *