Steven Kloves berkata, “Kebahagiaan dapat ditemukan bahkan di saat paling kelam sekalipun. Kamu hanya perlu menyalakan lampu.”

Dalam tulisan kali ini, saya akan mencoba menjawab keluhan serta keresahan salah satu teman terbaik saya yang tengah mengalami masa-masa melankolis dalam hidupnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang tak luput dari pengalaman pahit berupa kegagalan dalam mencapai tujuan hidup atau pengharapannya yang berimbas pada keputusasaan.

Harus kita akui bersama bahwa jalan kehidupan tidak selalu lurus dan mulus, kenyataannya jalan kehidupan sangat curam, berliku-liku, terjal, dan berbatu. Bahkan dalam beberapa kasus jalan kehidupan seolah bagai mesin pembunuh yang siap menggilas habis setiap jiwa yang melangkah melewatinya. Sungguh menyeramkan.

Saya tidak berniat menakut-nakuti, loh. Pada kenyataannya banyak manusia yang tidak kuat menjalani kehidupannya sendiri. Tenggelam dalam keputusasaan sehingga menyebabkan depresi akut, kegilaan, bahkan sampai memilih jalan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Dan saya harap kamu yang membaca tulisan ini tidak berkeinginan melakukan hal itu. Jangankan melakukan, hanya berniat dalam hati saja jangan sampai, deh. Percuma, sia-sia, hanya merugikan diri sendiri.

Sebenarnya putus asa itu makhluk macam apa si? Kok bisa sampai begitunya membuat manusia jatuh dalam kegelapan. Sejahat apa dia? Hmmm… Kalau dibilang jahat, menurut saya si enggak, yah. Justru kalau kita bisa memposisikan diri kita dengan tepat dalam menghadapi rasa putus asa ini, ia akan menjadi sangat baik, loh. Kok bisa? Oh tentu.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita kenalan dulu sama putus asa. Secara sederhana putus asa merupakan sikap atau perilaku yang merasa bahwa dirinya telah gagal atau tidak mampu dalam meraih suatu impian, harapan atau cita-cita dan enggan untuk kembali berusaha meraihnya kembali.

Putus asa berarti habis harapan, merasa tidak ada harapan lagi. Padahal kalau kita mampu membuka pikiran, menjernihkan hati, menenangkan jiwa, melihat lebih jauh, dan menyadari bahwa dunia begitu luas, tentunya kita akan berpikir bahwa selalu ada harapan. Jika kamu seorang Muslim, pastinya kamu tahu bagaimana Allah menjelaskan dalam firman-Nya bahwa sesungguhnya di balik setiap kesulitan itu ada kemudahan.

So, jangan mudah berputus asa. Sebab setiap kesulitan itu pasti ada jalan keluarnya. Menurut Dr. Aidh Al-Qarni mengatakan dalam bukunya, hanya orang-orang yang lemah jiwanya, yang rapuh imannya yang mudah putus asa.

Lantas bagaimana menjadikan rasa putus asa ini menjadi sesuatu yang positif dalam hidup?

Jawabannya sederhana, kamu hanya perlu mengubah mindset hidupmu. Karena segala sesuatu akan menjadi positif tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya, lagi-lagi saya berbicara tentang sudut pandang.

Coba kita resapi kalimat di awal tulisan ini. Seberapa sering pun kita terjatuh, seberapa sering pun kita mengalami kegagalan dalam hidup, percayalah bahwa kebahagiaan dan harapan dapat kita temukan. Dan kamu hanya perlu menyalakan lampu. Ya, kamu hanya perlu melihat lebih luas dan lebih jauh. Kamu hanya perlu mengubah perspektif kamu ke arah yang positif. Masalah yang ada di hadapanmu itu tidaklah seberapa, kamu dapat menyelesaikannya dengan mudah jika kamu memberikan kesempatan kepada diri sendiri dengan membuka mata dan pikiran untuk melihat lebih luas.

Dunia terlalu sempit untuk orang-orang yang mudah berputus asa dan dunia sangatlah luas bagi orang-orang yang selalu mencari peluang dan kesempatan untuk menjadi insan yang lebih baik lagi, insan yang mau bangkit setelah mereka jatuh, insan yang terus berlari tak peduli seberapa besar rintangan di depan matanya, ia tak gentar dan merasa takut, ia benar-benar yakin pada dirinya sendiri, percaya bahwa ia mampu melewati dan menghadapi ini semua.

Jika kamu dihadapkan pada kegagalan, terima dan akui kegagalan itu dengan lapang. Tapi jangan sampai kegagalan menjadikanmu menyerah dan putus asa begitu saja. Lakukan upaya yang lebih keras dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Jadilah versi dirimu yang lebih baik dari yang sebelumnya. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kamu mampu mengalahkan dirimu di masa lalu dengan menjadikan dirimu lebih baik di masa depan.

Satu hal terpenting yang perlu kamu tanamkan, mulai saat ini buang jauh-jauh pikiran negatif yang seringkali menghantui pikiranmu. Sesungguhnya kemampuan dan kapasitas yang kamu miliki sebenarnya jauh lebih besar dari apa yang kamu pikirkan saat ini. Kamu harus percaya dan yakini itu.

Sebagai penutup saya akan mengutip perkataan dari Suiryu, salah satu tokoh dalam serial anime One Punch Man.

“Saat seseorang tenggelam dalam kegelapan, dia akan mencari cahaya. Mau cahaya itu seredup atau sekecil apa pun itu tidak masalah. Selama cahaya itu ada, maka harapan itu ada.” Suiryu


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *